Governance Event SIPA dan Pengaruhnya terhadap Citra Kota: Studi Pentahelix pada Branding Solo “The Spirit of Java”
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.202Keywords:
SIPA, pentahelix, governance, city branding, The Spirit of Java, event budayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tata kelola penyelenggaraan Solo International Performing Arts dijalankan melalui model pentahelix serta bagaimana kolaborasi tersebut memengaruhi citra Kota Solo sebagai “The Spirit of Java.” SIPA sebagai festival seni pertunjukan internasional telah menjadi instrumen strategis dalam upaya event-led place branding Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan analisis konten media digital. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan lima aktor utama pentahelix: pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis/UMKM, dan media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa governance SIPA telah menerapkan model pentahelix secara efektif, ditandai dengan pembagian peran yang jelas dan kolaborasi yang harmonis antar-aktor. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, akademisi sebagai penguat autentisitas budaya, komunitas sebagai penggerak produksi acara, UMKM sebagai pendukung ekonomi kreatif melalui SIPA Urban Market, dan media sebagai penyebar narasi kota. Tata kelola kolaboratif ini menghasilkan proses co-creation branding yang memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya. Selain itu, SIPA memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan eksposur pariwisata, pemberdayaan ekonomi kreatif lokal, serta penguatan reputasi kota dalam jejaring budaya internasional.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentahelix governance berperan penting dalam keberhasilan SIPA sebagai alat city branding yang berkelanjutan. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan strategi tata kelola event budaya di masa mendatang.


