Persepsi Sosial dan Interaksi Teman Sebaya di Sekolah Menengah Kejuruan Inklusif: Studi Kualitatif pada Siswa Disabilitas Netra
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.372Keywords:
Persepsi Sosial, Interaksi Sosial, Siswa Non Disabilitas, Disabilitas Netra, Pendidikan InklusifAbstract
Pendidikan inklusif menuntut adanya penerimaan dan interaksi sosial yang positif antara siswa non disabilitas dan siswa disabilitas di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya, siswa disabilitas netra masih menghadapi berbagai hambatan sosial, khususnya dalam bentuk persepsi negatif dan keterbatasan interaksi dengan teman sebaya non disabilitas. Persepsi sosial yang kurang inklusif dapat berdampak pada rendahnya partisipasi sosial, munculnya rasa keterasingan, serta terhambatnya perkembangan sosial siswa disabilitas netra. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi sosial siswa non disabilitas serta bentuk interaksi sosial yang terjalin dengan siswa disabilitas netra di SMK Negeri 7 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa non disabilitas, siswa disabilitas netra, guru, dan pihak sekolah di SMK Negeri 7 Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi sosial siswa non disabilitas terhadap siswa disabilitas netra bersifat beragam, mulai dari sikap penerimaan, empati, dan kepedulian, hingga sikap ragu, canggung, dan kurang memahami kondisi disabilitas netra. Interaksi sosial yang terjalin meliputi bentuk interaksi asosiatif seperti kerja sama dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah, namun masih ditemukan keterbatasan dalam komunikasi dan intensitas interaksi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi sosial yang positif berperan penting dalam membentuk interaksi sosial yang lebih inklusif bagi siswa disabilitas netra di lingkungan sekolah.





