Literasi Digital Mahasiswa dan Kerentanan terhadap Disinformasi di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.456Keywords:
Literasi Digital, Mahasiswa, Disinformasi, Media Sosial, Kerentanan InformasiAbstract
Perkembangan media sosial yang pesat telah meningkatkan intensitas akses dan distribusi informasi di kalangan mahasiswa, namun juga memunculkan risiko penyebaran disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kerentanan mereka terhadap disinformasi di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif yang menggunakan media sosial secara intensif, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa masih didominasi oleh kemampuan teknis dalam mengakses dan menggunakan media sosial, sementara kemampuan analisis kritis, verifikasi sumber, dan evaluasi informasi belum sepenuhnya optimal. Kerentanan terhadap disinformasi dipengaruhi oleh bias konfirmasi, tekanan sosial dalam komunitas digital, kurangnya pemahaman terhadap algoritma media sosial, serta kecenderungan berbagi informasi secara cepat tanpa proses klarifikasi. Isu-isu yang bersifat emosional dan kontroversial lebih mudah diterima dan disebarkan tanpa verifikasi yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital yang komprehensif, mencakup aspek teknis, kognitif, dan etis, sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan mahasiswa terhadap disinformasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pendidikan literasi digital ke dalam kurikulum serta membangun budaya akademik yang kritis dan reflektif guna menciptakan mahasiswa yang cerdas dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.





