Analisis Pengaruh Masa Curing terhadap Perubahan Density Mortar Busa
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.568Keywords:
Kepadatan, mortar busa, bahan pembusa, waktu pengeringanAbstract
Mortar busa merupakan inovasi teknologi dengan sifat pemadatan sendiri, sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pengganti berkualitas tinggi (tanah bermutu tinggi) untuk material lapisan pondasi ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase bahan pembusa dan durasi pengeringan terhadap kepadatan mortar busa. Metode pencampuran penelitian ini meliputi pembuatan campuran dengan variasi persentase bahan pembusa sebanyak 2%, 4%, dan 6%, pengeringan pada interval 7, 14, 21, dan 28 hari, dan menganalisis data kepadatan untuk melihat pola perubahannya. Hasil penelitian dengan tekanan kompresor busa 4 bar, 2% bahan pembusa memperoleh kepadatan 0,709 gr/cm3 dan 4% memperoleh 0,693 gr/cm3 dan 6% memperoleh 0,688 gr/cm3. Hal ini menunjukkan bahwa 6% bahan pembusa memiliki kepadatan terendah, artinya mortar busa paling ringan. Peningkatan jumlah bahan pembusa terbukti menurunkan nilai kepadatan mortar akibat peningkatan volume pori udara dalam matriks mortar, sementara periode pengeringan yang lebih lama berperan dalam menstabilkan struktur pori melalui proses hidrasi semen yang lebih sempurna. Secara teknis, temuan ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam desain campuran mortar busa, khususnya dalam menentukan dosis bahan pembusa untuk mencapai target kepadatan tertentu sesuai dengan spesifikasi desain. Oleh karena itu, pengendalian bahan pembusa dan waktu pengeringan merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas mortar busa.





