Pengaruh Paparan Media Sosial tentang Standar Kecantikan terhadap Body Dissatifaction pada Remaja Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.588Keywords:
Paparan Media Social, Standar Kecantikan, Body Dissatisfaction, Remaja PerempuanAbstract
Body dissatisfaction pada remaja perempuan semakin menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kuatnya pengaruh media digital dalam membentuk standar kecantikan yang tidak selalu realistis. Perkembangan media sosial yang cepat membuat remaja semakin terekspos pada representasi tubuh ideal yang mempengaruhi cara menilai penampilan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial mengenai standar kecantikan terhadap body dissatisfaction pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 204 remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial, dengan rata-rata usia berada pada rentang remaja akhir sekitar 21 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi skala paparan media sosial dan skala body dissatisfaction. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan terhadap konten kecantikan, semakin besar kecenderungan remaja merasa tidak puas dengan tubuhnya. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk persepsi tubuh pada remaja perempuan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi peningkatan literasi media untuk membantu remaja mengenali bahwa standar kecantikan digital sering kali tidak realistis dan dapat mempengaruhi evaluasi diri. Selain itu, hasil ini mengisyaratkan perlunya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat agar remaja tidak mudah terjebak dalam perbandingan sosial yang merugikan.





