Pengaruh Self Efficacy terhadap Quarter Life Crisis pada Dewasa Awal di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.729Keywords:
Self efficacy, quarter life crisis, dewasa awalAbstract
Self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan serta menyelesaikan tugas yang dihadapi. Individu dengan self efficacy yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola tekanan dan ketidakpastian yang muncul pada masa transisi menuju kedewasaan. Permasalahan yang sering dialami pada fase ini adalah quarter life crisis, yaitu kondisi kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian mengenai masa depan yang dialami oleh individu pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 385 orang dewasa awal di Kota Padang. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quarter life crisis dan self efficacy pada dewasa awal di Kota Padang masing-masing berada pada kategori sedang dengan proporsi self efficacy sebesar 35,3% dan quarter life crisis sebesar 40,0%. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh nilai R sebesar 0,372 dan nilai R Square sebesar 0,138. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara self efficacy terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Padang, dimana semakin tinggi self efficacy maka semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami individu.





