Konsep Tidak Melakukannya Suatu Perbuatan oleh Nabi SAW dan Implikasinya terhadap Penetapan Hukum Islam
Keywords:
Tark al-Nabī, Ushul Fikih, Hukum Islam, Bid‘ah, Praktik KeagamaanAbstract
Artikel ini mengkaji persoalan ushul fiqh mengenai makna hukum dari tarku al-nabi, yaitu perbuatan yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam wacana keagamaan kontemporer, sebagian kelompok memahami tidak dilakukannya suatu amalan oleh Nabi SAW sebagai indikator keharaman atau bid‘ah, khususnya terhadap praktik keagamaan tradisional seperti maulid, yasinan, dan manaqiban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis literatur ushul fiqh dan pendapat ulama klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak dilakukannya suatu perbuatan oleh Nabi SAW tidak secara otomatis menetapkan status hukum tertentu, selama tidak terdapat dalil larangan yang jelas. Nabi SAW dapat meninggalkan suatu amalan karena berbagai pertimbangan, seperti kondisi sosial, kekhawatiran diwajibkannya syariat tertentu, atau adanya maslahat yang lebih besar. Dengan demikian, praktik keagamaan yang tidak dilakukan Nabi SAW tetap dapat diterima selama memiliki landasan umum dalam syariat dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. buat dalam abstrak ojs 3 dan kalimat benar bagus dan mudah dipahami
Downloads
References
Al-Amidi, Sayf al-Din. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad. al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-ʾImbābī, Muḥammad ibn Aḥmad. (t.t.). Tarku al-Nabī wa Maʿnāhu fī al-Aḥkām al-Sharʿiyyah. Kairo: Maktabah al-Azhariyyah.
Al-Qarafi, Ahmad bin Idris. al-Furuq. Beirut: ‘Alam al-Kutub.
Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Sarakhsi, Muhammad bin Ahmad. Ushul al-Sarakhsi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Syathibi, Abu Ishaq. al-Muwafaqat fi Ushul al-Shari‘ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Zarkasyi, Badr al-Din. al-Bahr al-Muhith fi Ushul al-Fiqh. Kuwait: Wizarah al-Awqaf.
Anshori, A. Y., Abdurrahman, L. T. (2025). History of the development of mazhhab, fiqh and uṣūl al-fiqh: Reasoning methodology in Islamic law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 9(1), 273–298.
Hasyim Asy‘ari, Hadratussyaikh. Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah. Jombang: Maktabah Turots Islamy.
Ibnu Daqiq al-‘Id. Ihkam al-Ahkam Syarh ‘Umdah al-Ahkam. Kairo: Mu’assasah al-Risalah.
Ibnu Qudamah, Abdullah bin Ahmad. al-Mughni fi Fiqh al-Imam Ahmad bin Hanbal. Beirut: Dar al-Fikr.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Ma'arif.J, Azmi.R.., Huda.N, Hambali.R, Shiddiq.S.., Aziz.S. (2025). ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH AN-NAHDLIYAH TERAPAN. Surabaya: Pustaka Idea. hlm. 160-174
Nasution, H. (2022). “Tark al-Nabi dan Implikasinya dalam Penetapan Hukum Islam.” Jurnal Ushuluddin, 30(2), 145–168.
Yusuf, M. (2024). “Tradisi Keagamaan Lokal dan Prinsip Maslahah dalam Ushul Fiqh.” Jurnal Studi Islam Nusantara, 8(1), 1–22.
Zarkasih. A, Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?, Jakarta: Rumah Fiqih Indonesia, https://www.rumahfiqih.com/fikrah/y.php?id=318 ,10-11-2025
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 IJOSIM : International Journal Of Social Issues and Multidisiplinary Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


