Islam Nusantara dan Dekolonisasi Pengetahuan: Implikasinya bagi Integrasi Islam dan Sains
Keywords:
Islam Nusantara, Dekolonisasi Pengetahuan, Epistemologi Islam, Integrasi Islam Dan Sains, Pendidikan Islam.Abstract
Artikel ini bertujuan mengkaji konsep Islam Nusantara dari perspektif epistemologis sebagai kerangka dekolonisasi pengetahuan dalam pengembangan integrasi Islam, sains, dan pendidikan. Selama ini, model integrasi Islam dan sains yang berkembang masih banyak beroperasi dalam horizon filsafat ilmu modern Barat, sehingga berimplikasi pada bertahannya dikotomi epistemologis antara wahyu dan pengetahuan empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kritis berbasis filsafat ilmu, epistemologi Islam, dan teori dekolonial. Artikel ini berargumen bahwa Islam Nusantara tidak dapat dipahami semata-mata sebagai ekspresi kultural Islam di Indonesia, melainkan sebagai tawaran kerangka epistemik alternatif yang berakar pada pengalaman historis, nilai-nilai etika keislaman, serta kearifan lokal masyarakat Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam Nusantara memungkinkan terbangunnya sintesis epistemologis yang non-reduktif antara wahyu, rasio, pengalaman empiris, dan praksis sosial-budaya. Kerangka ini menyediakan landasan epistemologis yang relevan bagi pengembangan integrasi Islam dan sains dalam konteks Pendidikan Islam Nusantara yang kontekstual, berorientasi etis, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip keilmuan. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi dalam memperkuat diskursus integrasi keilmuan Islam yang berorientasi pada dekolonisasi pengetahuan serta memiliki relevansi sosial yang kuat.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 IJOSIM : International Journal Of Social Issues and Multidisiplinary Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


