Analisis Tren Dan Faktor-Faktor Penentu Produksi Gula Pada Pabrik Gula Prajekan Kabupaten Bondowoso
DOI:
https://doi.org/10.24815/sejarah.v11i1.600Keywords:
Produksi gula, tren produksi, rendemen, produksi tebu, regresi linear berganda, PG Prajekan.Abstract
Industri gula nasional masih menghadapi masalah klasik berupa fluktuasi produksi dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia masih melakukan impor gula. Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar produksi gula nasional menjadikan kinerja pabrik gula di wilayah ini sangat strategis, termasuk Pabrik Gula (PG) Prajekan di Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi gula PG Prajekan tahun 2010–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor teknis yang memengaruhi produksi gula. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–eksplanatori dengan analisis tren (least square) dan regresi linear berganda. Data sekunder yang digunakan meliputi variabel produksi gula, luas lahan, volume tebu giling, rendemen, jam giling, dan tenaga kerja. Model regresi diuji dengan uji asumsi klasik, uji F, dan uji t untuk melihat pengaruh simultan serta parsial masing-masing variabel. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa produksi gula PG Prajekan memiliki kecenderungan meningkat secara jangka panjang, dengan persamaan Y = 2.715.561,143 + 38.045,08X. Artinya, produksi gula diproyeksikan meningkat ±38.045 ton per tahun dan tren lima tahun ke depan menunjukkan kenaikan yang konsisten. Uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi gula (Fhitung 59,666 > Ftabel 3,48; sig. 0,000). Namun, uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu produksi tebu (t = 5,069; sig. 0,001) dan rendemen (t = 5,751; sig. 0,000). Variabel luas lahan, jam giling, dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi gula di PG Prajekan. Rendemen menjadi faktor paling dominan, sedangkan jam giling cenderung tidak efektif apabila mesin tidak efisien atau bahan baku tidak stabil.






