Pemanfaatan Media Engkasa (Engklek Aku Bisa) untuk Menstimulasi Motorik Kasar Anak Usia Dini di TK Citra Kusuma
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.309Keywords:
anak usia dini, motorik kasar, permainan tradisional, engklek, media pembelajaranAbstract
Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berperan dalam menunjang kesiapan fisik, koordinasi gerak, dan kepercayaan diri anak pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun, pada praktiknya masih ditemukan pembelajaran yang kurang memberikan stimulasi gerak secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Citra Kusuma, menganalisis efektivitas pemanfaatan media Engkasa (Engklek Aku Bisa) untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak usia dini, mengidentifikasi peningkatan pemanfaatan media Engkasa (Engklek Aku Bisa) setelah diterapkan pada anak usia 5-6 tahun di TK Citra Kusuma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 5–6 tahun, dengan guru kelas sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan media Engkasa, kemampuan motorik kasar anak, khususnya keseimbangan, koordinasi gerak, dan kekuatan otot, belum berkembang secara optimal. Setelah media Engkasa diterapkan secara konsisten melalui pendekatan bermain, terjadi peningkatan kemampuan motorik kasar anak yang ditandai dengan gerakan yang lebih terkoordinasi, keseimbangan yang lebih baik, serta meningkatnya rasa percaya diri dan kemandirian anak.


