Manifestasi Sufistik dalam Puisi Abdul Wachid B.S. : Kajian Hermeneutika
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.429Keywords:
Sufistik, Puisi Sufistik, Abdul Wachid B. S, Hermeneutika, Gadamerian.Abstract
Puisi spiritual seringkali dipisahkan dari tradisi sufistik yang melahirkannya, sehingga pemaknaan di dalam puisi menjadi kurang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna sufistik yang terkandung dalam puisi-puisi Abdul Wachid B.S. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Gadamerian. Sumber data penelitian berupa puisi-puisi karya Abdul Wachid B.S. yang berjudul “Sembah Hyang”, “Doaku”, dan “Aduh Gusti”. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam ketiga puisi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan studi pustaka dengan menganalisis teks puisi serta mengkaji literatur pendukung yang berkaitan dengan sufisme, hermeneutika, dan kritik sastra religius. Sementara teknik analisis data menggunakan hermeneutika Gadamerian yang menekankan dialog antara teks dan pembaca. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa makna sufistik dalam puisi ditemukan pada pemaknaan relasi manusia dengan Tuhan melalui cinta, munajat, pengakuan diri, pertobatan, dan kesadaran akan keterbatasan manusia, dan ibadah sebagai jalan menuju kehadiran Ilahi.





