Estimasi Dampak Program Revitalisasi Sekolah dalam Perspektif Asta Cita
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.590Keywords:
Revitalisasi Sekolah, Asta Cita, Mutu Pendidikan, Infrastruktur, Ekonomi LokalAbstract
Program revitalisasi sekolah merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dampak dari kebijakan revitalisasi infrastruktur pendidikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan penyerapan tenaga kerja lokal. Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan tinjauan literatur, studi ini mengevaluasi implementasi program dengan rencana 9.413 sekolah menjadi 14.078 sekolah atau meningkat 49,5%, yang tersebar di 38 provinsi, 514 kab/kota, dan 5.273 kecamatan atau 73% kecamatan di Indonesia dengan total anggaran terealisasi 12T pada tahun 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi sekolah secara signifikan berkontribusi pada penciptaan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif, yang pada gilirannya menurunkan angka ketidakhadiran siswa dan meningkatkan semangat belajar. Dari sisi ekonomi, penggunaan skema swakelola melibatkan setidaknya 214.296 pekerja dan 28.158 UMKM serta 128 Perguruan Tinggi (PTN maupun PTS) di seluruh wilayah Indonesia dari Barat hingga Timur Indonesia, dengan 296 Koordinator (Dosen) dan 1.983 (Mahasiswa). Program revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan instrumen strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pemerataan akses dan kualitas pendidikan di daerah pelosok maupun perkotaan.





