Sinergi Motivasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Pengajar TPQ Kecamatan Tajinan
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.646Keywords:
Motivasi; Komitmen Organisasi; Kepuasan Kerja; Guru TPQ.Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran guru TPQ dalam pendidikan agama nonformal, yang seringkali dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, dukungan finansial, dan pengakuan sosial. Kondisi-kondisi tersebut menuntut adanya motivasi intrinsik dan komitmen organisasi yang kuat agar para guru tetap merasa puas dan terus menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara motivasi dan komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja guru TPQ di Kecamatan Tajinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert dengan populasi sebanyak 122 orang yang diidentifikasi melalui koordinasi langsung dengan pengelola TPQ setempat, yang kemudian didistribusikan kepada 92 guru TPQ dari 8 lembaga TPQ yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel serta pengaruh simultannya terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan komitmen organisasi berperan dalam meningkatkan kepuasan kerja guru TPQ, baik secara parsial maupun simultan. Komitmen organisasi merupakan faktor yang lebih dominan dalam membentuk kepuasan kerja guru, terutama melalui keterikatan emosional, rasa memiliki terhadap lembaga, dan kesediaan untuk terus berkontribusi dalam kegiatan pendidikan agama. Motivasi berbasis nilai dan spiritualitas juga memperkuat kepuasan kerja karena guru memandang pengajaran sebagai bentuk ibadah dan kontribusi sosial. Dengan demikian, sinergi antara motivasi dan komitmen organisasi merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan guru sukarelawan dan meningkatkan kualitas pendidikan TPQ.





