Tradisi Ertutur (Orat Tutur Kalak Karo dalam Hubungannya Pembentukan Karakter) Studi pada Etnik Karo di Desa Jaranguda
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.139Keywords:
Budaya, Etnik Karo, Tradisi ErtuturAbstract
Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, salah satunya adalah Suku Karo di Pulau Sumatera. Seiring perkembangan zaman dan modernitas, adat dan budaya lokal Karo, seperti Tradisi Ertutur, perlahan mulai dilupakan, terutama di kalangan generasi muda. Ertutur adalah tradisi lisan Suku Karo untuk mencari tingkat kekerabatan atau persaudaraan (berdasarkan marga, bere-bere, dan garis keturunan lainnya) saat pertama kali bertemu. Tradisi ini penting untuk melestarikan kekerabatan, terutama dalam konteks pernikahan dan acara adat, dan berfungsi sebagai simbol identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan kontekstual mengenai pelaksanaan Tradisi Ertutur oleh masyarakat Suku Karo di Desa Jaranguda dan hubungannya dengan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara langsung (dengan Kepala Desa, Tokoh Adat, dan masyarakat), dan studi dokumentasi (data sekunder). Masyarakat Desa Jaranguda memandang Ertutur sebagai hal yang sangat penting untuk identitas dan kekerabatan. Garis kekerabatan ditentukan melalui marga ayah (merga/beru), marga ibu (bere-bere), dan garis keturunan yang lebih kompleks (binuang, kempu, kampah, soler). Ertutur berkorelasi erat dengan pembentukan karakter, mengajarkan kesantunan dalam berbicara, kejujuran, keterbukaan, serta pentingnya kekeluargaan dan gotong royong


