Memetakan dukungan dan hambatan peran kader dalam integrasi layanan primer di puskesmas : scoping review
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.140Keywords:
Dukungan, Hambatan, Integrasi Layanan Primer, Peran Kader Posyandu, PuskesmasAbstract
Integrasi layanan primer merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Indonesia, dengan kader kesehatan memainkan peran kunci sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Kader berperan vital dalam diseminasi informasi kesehatan, mobilisasi partisipasi masyarakat, dan memfasilitasi akses terhadap layanan primer. Namun, efektivitas peran kader sering terhambat oleh berbagai tantangan, seperti keterbatasan pengetahuan, pelatihan yang tidak memadai, dan dukungan sistem yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dukungan dan hambatan yang dihadapi kader dalam mengintegrasikan layanan primer di Puskesmas melalui scoping review dengan panduan PRISMA-ScR. Artikel yang digunakan dipilih dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan kriteria pencarian yang meliputi populasi (nurse manager/administrator), konsep (evidence-based practice/management), dan konteks (challenge/barrier), serta artikel jurnal berteks lengkap tahun 2023-2025. Dari 2.467 artikel yang teridentifikasi, delapan artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis mengidentifikasi lima faktor yang memengaruhi peran kader: (1) faktor individu (pengetahuan, motivasi, self-efficacy); (2) faktor organisasi (pelatihan, supervisi, insentif, integrasi kader dalam tim ILP); (3) faktor komunitas dan budaya (penerimaan masyarakat, kepercayaan, norma lokal); (4) faktor kebijakan dan tata kelola (dukungan desa, regulasi nasional ILP); dan (5) faktor teknologi dan digitalisasi (e-Posyandu, aplikasi kader, keterbatasan jaringan). Hambatan utama yang ditemukan adalah rendahnya partisipasi pasien, kurang pengetahuan, kurangnya dukungan manajemen, serta keterbatasan sumber daya dan kompetensi.


