The Role Of Guidance And Counseling Teachers In Assisting Twelfth-Grade Students In Developing Mature Career Planning
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.290Keywords:
Bimbingan dan Konseling, Perencanaan Kair, Kematangan Karir.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi siswa kelas XII di MAS Tahfidz Rokan Hulu untuk mematangkan perencanaan karir mereka. Masalah penelitian berangkat dari fenomena rendahnya kematangan karir siswa, yang terlihat dari kebingungan mayoritas siswa dalam menentukan jurusan kuliah dan pilihan pekerjaan, keterbatasan akses informasi karir yang akurat dan relevan, kurangnya kemampuan refleksi diri dalam mengenali potensi serta minat pribadi, hingga adanya pengaruh lingkungan keluarga yang sering kali menekan atau mengarahkan keputusan karir tanpa mempertimbangkan kesiapan siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran strategis guru BK dalam memberikan pendampingan yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan. Sampel penelitian terdiri dari guru BK dan siswa kelas XII MAS Tahfidz Rokan Hulu yang dipilih secara purposive karena memiliki pengalaman langsung terkait proses pendampingan karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang memungkinkan peneliti memahami proses, dinamika, dan makna pendampingan karir secara lebih mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan layanan BK, dan telaah dokumentasi program bimbingan karir di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara terus- menerus hingga menghasilkan gambaran yang holistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran penting dan multidimensional, yaitu sebagai fasilitator, konselor, mediator, dan motivator. Guru BK memfasilitasi siswa dengan menyediakan informasi karir yang komprehensif, memfasilitasi asesmen minat dan bakat, serta memberikan akses pada sumber belajar karir. Dalam perannya sebagai konselor, guru BK membantu siswa melakukan eksplorasi diri melalui konseling individual untuk mengenali nilai-nilai pribadi, potensi diri, minat, karakter, serta arah perkembangan karir yang sesuai dengan kepribadian dan spiritualitas siswa. Guru BK juga berperan sebagai motivator yang mendorong kepercayaan diri siswa dalam mengambil keputusan karir serta membangun efikasi diri. Selain itu, pendampingan dilakukan melalui bimbingan kelompok, layanan informasi karir, dan kolaborasi aktif dengan wali kelas serta orang tua untuk menciptakan lingkungan pendukung yang konsisten. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa layanan BK yang dirancang secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kematangan karir siswa, memperkuat kemampuan mengambil keputusan karir, serta memberikan kejelasan tentang tujuan pendidikan dan pekerjaan masa depan. Pendekatan humanistik yang diterapkan guru BK, terutama yang disinergikan dengan nilai-nilai spiritual khas sekolah tahfidz, terbukti efektif dalam membantu siswa mengintegrasikan potensi pribadi dengan tujuan hidup jangka panjang mereka. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar sekolah memperkuat program bimbingan karir dengan meningkatkan ketersediaan informasi karir, memperluas kerja sama dengan orang tua serta dunia pendidikan tinggi, dan memastikan guru BK mendapatkan dukungan untuk melaksanakan program secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru BK sangat strategis dalam mematangkan perencanaan karir siswa, dan pendampingan yang bersifat holistik mampu membekali siswa dengan kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi transisi menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja.


