Fenomena AI-Giarism Mahasiswa dalam Aktivitas Akademik: Kajian Tantangan dan Strategi Literasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.263Keywords:
Al-giarism, Literasi Digital, Kecerdasan Buatan, Integritas Akademik, MahasiswaAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memengaruhi cara mahasiswa menjalankan aktivitas akademik, sekaligus memunculkan fenomena AI-giarism sebagai tantangan etika baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan pola praktik AI-giarism dalam aktivitas akademik mahasiswa, mengidentifikasi tantangan literasi digital yang dihadapi dalam penggunaan AI, serta merumuskan strategi literasi digital untuk menghadapi praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa yang memiliki pengalaman menggunakan AI dalam penyusunan tugas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI umumnya digunakan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian ide, penyusunan kerangka, dan perumusan bahasa, dengan variasi tingkat keterlibatan kognitif mahasiswa. Tantangan utama literasi digital tidak terletak pada kemampuan teknis, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan etis, serta adanya ambiguitas batas etis penggunaan AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital berperan penting dalam mencegah praktik AI-giarism dengan menempatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir, melalui penguatan kesadaran etika akademik dan tanggung jawab intelektual mahasiswa.


