Literasi Informasi Mahasiswa Dalam Pemilihan Skincare Melalui Media Sosial TikTok Berperspektif SCONUL
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.262Keywords:
Literasi Informasi, Perilaku Informasi, Seven Pillars of SCONUL, TikTok, Ilmu Perpustakaan dan InformasiAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara mahasiswa memperoleh dan menggunakan informasi, termasuk dalam pemilihan produk skincare. TikTok sebagai platform berbasis video pendek dan algoritma rekomendasi menjadi sumber informasi dominan yang memengaruhi preferensi dan keputusan konsumsi mahasiswa. Namun, derasnya arus informasi skincare di TikTok tidak selalu diimbangi dengan kemampuan literasi informasi yang kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik literasi informasi mahasiswa dalam pemilihan skincare melalui media sosial TikTok berdasarkan perspektif Seven Pillars of Information Literacy (SCONUL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa yang aktif mengakses konten skincare di TikTok. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan informasi skincare mahasiswa umumnya terjadi secara spontan melalui paparan konten For You Page (FYP) tanpa perumusan kebutuhan dan perencanaan pencarian yang jelas. Penilaian kredibilitas informasi cenderung didasarkan pada indikator popularitas konten, seperti jumlah like, komentar, dan tingkat viralitas, sehingga evaluasi informasi belum dilakukan secara kritis. Proses verifikasi, pengelolaan, dan penggunaan informasi berlangsung secara tumpang tindih dan pragmatis, dengan minimnya verifikasi ke sumber lain serta refleksi terhadap pengalaman penggunaan produk. Dalam perspektif SCONUL, ketujuh pilar literasi informasi telah muncul dalam praktik mahasiswa, namun penerapannya masih parsial dan dipengaruhi kuat oleh karakteristik media sosial berbasis algoritma. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi informasi berbasis SCONUL agar mahasiswa mampu mengambil keputusan pemilihan skincare secara lebih kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.


