Digital Marketing, Experiential Marketing, dan Sertifikasi Halal terhadap Retensi Konsumen Desa Wisata
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.338Keywords:
Digital Marketing, Experiental Marketing , Sertifikasi Halal, Retensi Konsumen, Desa WisataAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi retensi konsumen pada desa wisata di Kota Langsa. Fokus utama penelitian ini adalah pada digital marketing, experiential marketing, dan sertifikasi halal sebagai variabel yang diduga berperan dalam mendorong kunjungan ulang wisatawan. Ketiga variabel tersebut diyakini saling berkaitan dalam membentuk persepsi, pengalaman, serta rasa aman wisatawan sehingga memengaruhi keputusan untuk kembali berkunjung. Digital marketing berfungsi memperluas jangkauan informasi destinasi, experiential marketing menciptakan pengalaman wisata yang berkesan, sedangkan sertifikasi halal memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi wisatawan, khususnya wisatawan Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data dikumpulkan pada tahun 2025 melalui kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive dan accidental sampling, dengan kriteria pernah melihat promosi online dan mengunjungi desa wisata di Kota Langsa. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial experiential marketing berpengaruh signifikan terhadap retensi konsumen, sedangkan digital marketing dan sertifikasi halal tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap retensi konsumen. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pengelola desa wisata dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pemasaran yang berorientasi pada penciptaan pengalaman wisata yang berkualitas untuk meningkatkan kunjungan ulang.


