Pengalaman Belajar Siswa dalam Penggunaan Media Puzzle Tokoh Pahlawan pada Pembelajaran Sejarah: Studi Fenomenologi di SMA Negeri 14 Semarang
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.567Keywords:
pembelajaran bermakna, media puzzle, pendidikan sejarah, fenomenologi , retensi jangka panjangAbstract
Pendidikan sejarah di sekolah menengah Indonesia menghadapi tantangan yang signifikaan dalam menciptakan keterlibatan belajar yang bermakna bagi siswa. Penelitian fenomenologis ini mengeksplorasi bagaimana tujuh siswa kelas XI di SMA Negeri 14 Semarang mengalami pembelajaran mengenai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme melalui media puzzle tokoh pahlawan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan lima bulan setelah pembelajaran (Agustus 2025 hingga Januari 2026), observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Temuan penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami pembelajaran berbasis puzzle sebagai proses yang aktif, kolaboratif, dan sangat bermakna. Pendekatan visual-kinestetik membantu siswa memahami tokoh dan peristiwa sejarah secara lebih mendalam sekaligus mendorong interaksi sosial dan keterampilan pemecahan masalah. Jeda waktu lima bulan memungkinkan identifikasi pengalaman belajar yang benar-benar bermakna dan bertahan dalam memori jangka panjang, yang memunjukkan retensi pengetahuan lebih kuat dibandingkan metode ceramah tradisional. Secara metodologis, penelitian ini memberikan kontribusi melalui pembenaran pengumpulan data yang ditunda sebagai strategi yang disengaja untuk mengukur pembelajaran bermakna, serta menawarkan wawasan berharga bagi pendidik sejarah yang mencari pendekatan inovatif guna meningkatkan keterlibatan siswa dan retensi jangka panjang.





