Remunerasi, Work-life Balance dan Budaya Organisasi : Studi terhadap Produktivitas Gen Z di KEK Industropolis Batang
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.700Keywords:
produktivitas, remunerasi, work-life balance, budaya organisasiAbstract
Produktivitas Generasi Z di KEK Industropolis Batang menjadi isu penting karena tingginya tingkat keluar-masuk tenaga kerja yang didominasi pekerja usia muda. Kondisi ini menunjukkan adanya faktor organisasi yang memengaruhi produktivitas, khususnya remunerasi, Work-life Balance (WLB), dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh remunerasi, Work-life Balance, dan budaya organisasi terhadap produktivitas Generasi Z di KEK Industropolis Batang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 97 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi 3.598 karyawan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 26, serta melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remunerasi, Work-life Balance, dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas dengan nilai signifikansi 0,000 dan Adjusted R Square sebesar 0,792. Secara parsial, ketiga variabel juga berpengaruh signifikan, dengan budaya organisasi sebagai variabel yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produktivitas Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh aspek finansial, tetapi juga oleh keseimbangan kehidupan kerja serta budaya organisasi yang suportif dan adaptif. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan untuk mengelola ketiga aspek tersebut secara optimal guna meningkatkan produktivitas karyawan Gen Z.





