Permodelan Perjalanan Rumah Tangga Pedesaan: Regresi Logistik Biner Aceh Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.24815/sejarah.v11i1.741Keywords:
Pembangkitan Perjalanan, Ketergantungan Sepeda Motor, Transportasi Pedesaan, Regresi Logistik Biner, Negara BerkembangAbstract
Pertumbuhan penduduk di Aceh Tenggara telah secara signifikan meningkatkan penggunaan sepeda motor, sehingga menciptakan kebutuhan mendesak akan model pembangkitan perjalanan. Studi ini mengembangkan model regresi logistik biner untuk rumah tangga yang bergantung pada sepeda motor dalam konteks pedesaan Indonesia. Pengambilan sampel acak berstratifikasi mensurvei 400 rumah tangga di empat kecamatan (Babussalam, Bambel, Lawe Bulan, Badar), menganalisis 17 variabel sosial ekonomi dan perilaku. Dua model dikembangkan: Model L0 (perjalanan diskresioner) dan Model L1 (perjalanan wajib). Hasil menunjukkan ukuran keluarga dan jumlah siswa secara signifikan memengaruhi perjalanan wajib (probabilitas 81% ≤5 perjalanan/hari), sedangkan status pekerjaan dan pendidikan menentukan perjalanan diskresioner (probabilitas 77% ≤3 perjalanan/hari). Kedua model mencapai kesesuaian statistik yang dapat diterima (Nagelkerke R²=0,256 untuk L1, 0,115 untuk L0) dengan validasi melalui uji Wald dan uji Rasio Kemungkinan.






