Kesetaraan Gender dalam Ibadah dan Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren di Kabupaten Maros
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.340Keywords:
Gender, Kedisiplinan, Pendidikan PesantrenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesetaraan gender dalam aspek ibadah, pendidikan, dan kedisiplinan santri laki-laki dan perempuan di tiga pesantren, yaitu Hj. Haniah, Al-Mubarak, dan Al-Ishlah. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk mengungkap pengalaman santri terkait perbedaan aturan dan perlakuan yang diterapkan di masing-masing pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan dalam pelaksanaan ibadah belum sepenuhnya terwujud, ditandai dengan aturan yang berbeda bagi santri putra dan putri, seperti kewajiban salat dhuha yang hanya diterapkan pada santri putra di Pesantren Hj. Haniah, serta perbedaan sanksi pelanggaran ibadah di Pesantren Al-Mubarak. Dalam aspek pendidikan, ketiga pesantren belum menyediakan program ekstrakurikuler dan pendidikan khusus secara merata. Misalnya, pencak silat hanya diikuti santri putra di Al-Mubarak dan Al-Ishlah, sedangkan santri putri di Pesantren Hj. Haniah mengikuti kelas takhassus secara non-reguler. Dalam aspek kedisiplinan, setiap pesantren memiliki perbedaan aturan yang disesuaikan dengan karakteristik santri, namun masih memperlihatkan bias gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat perbedaan perlakuan berdasarkan gender dalam hal ibadah, pendidikan, dalam mencapai kedisiplinan di ketiga pesantren tersebut.


