Integrasi Prinsip Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular dalam Kurikulum Pendidikan Ekonomi untuk Mendukung Pencapaian SDGs
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.327Keywords:
ekonomi hijau; ekonomi sirkular; pendidikan ekonomi; kurikulum; SDGsAbstract
Perubahan iklim dan degradasi lingkungan menuntut transformasi pendidikan, termasuk pendidikan ekonomi, agar membentuk kompetensi keberlanjutan. Artikel ini meninjau dan mensintesis literatur tentang ekonomi hijau dan ekonomi sirkular serta relevansinya bagi pengembangan kurikulum pendidikan ekonomi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 12 dan 13. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (narrative review) dengan penelusuran terarah pada artikel ilmiah bereputasi dan dokumen kebijakan kunci, diikuti seleksi berdasarkan relevansi tema, kredibilitas sumber, dan keterkinian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ekonomi sirkular menyediakan kerangka operasional untuk desain sistem produksi-konsumsi misalnya strategi 3R, desain produk, dan model bisnis yang menjaga nilai material, sedangkan ekonomi hijau menekankan kerangka kebijakan, insentif, dan pembiayaan transisi menuju ekonomi rendah karbon dan inklusif. Implikasinya, integrasi ekonomi hijau-sirkular ke dalam kurikulum pendidikan ekonomi paling konsisten didukung melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus kontekstual, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta asesmen berbasis kompetensi untuk pengambilan keputusan ekonomi yang mempertimbangkan dampak sosial-lingkungan. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan sintesis konseptual dan kerangka integrasi yang dapat diadaptasi pada konteks program studi pendidikan ekonomi.


