Strategi Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Batasan Seksual Anak di Taman Kanak- Kanak
DOI:
https://doi.org/10.66052/riwayat.v9i2.844Keywords:
Pendidikan batasan seksual , Anak usia dini , pendidikan karakter, strategi guruAbstract
Penelitian ini berfokus pada strategi guru di sekolah yang telah mengenalkan batasan seksual kepada anak usia dini selama proses pembelajaran di kelas. Hal ini dilatar belakangi oleh maraknya kasus pelecehan seksual pada anak, sementara di lingkungan rumah maupun sekolah pembahasan mengenai batasan seksual masih dianggap tabu serta belum disertai pemahaman dan strategi yang tepat dalam penyampaiannya kepada anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru, faktor pendukung, serta berbagai kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan strategi pengenalan batasan seksual kepada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Pengumpulan data dilakukan di salah satu KB/TK di Kecamatan Gunungpati pada tanggal 23 Februari sampai 6 Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai batasan seksual pada anak usia dini diposisikan sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak. Dalam penyampaian materi batasan seksual terdapat tiga tahapan strategi, yaitu: (1) pemberian peringatan, (2) penyadaran, dan (3) pemberian hukuman yang mendidik. Selain itu, penggunaan media visual, simbol, lagu, serta pembiasaan harian terbukti relevan dengan karakteristik berpikir konkret anak usia dini. Pemahaman guru dan dukungan kelembagaan melalui kebijakan sekolah, penyediaan fasilitas yang mendukung privasi, serta keterlibatan komite sekolah menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan implementasi pendidikan batasan seksual secara sistematis. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam menyampaikan materi batasan seksual kepada anak yaitu masih banyak orang tua yang menganggap topik ini tabu sehingga belum sepenuhnya mendukung pemberian pemahaman batasan seksual sejak usia dini.

