Dampak dan Relevansi Dinamika Politik Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Konflik Politik yang Terjadi di Negara-Negara Muslim Era Moderen
DOI:
https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.637Keywords:
Dampak, Relevansi, Konflik PolitikAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan dampak dinamika politik pemerintahan Ali khususnya setelah berakhirnya masa khulafaur rasyidin yaitu masa kepemimpinan Muawiyah di Dinasti Umayyah yang mengubah sistem pemerintahan dari bentuk demokrasi menjadi monarki, 2) menganalisis relevansi dinamika politik pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib dengan konflik politik yang terjadi di negara-negara muslim era moderen. Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan historis (sejarah), pendekatan politik, dan pendekatan agama. Penelitian ini tergolong library research dengan data deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan mengutip, menyadur, dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis) terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas, dan menyimpulkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik politik pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib berakibat berdampak terhadap perubahan sistem pemerintahan dari bentuk khilafah menjadi dinasti. Dinamika politik tersebut ternyata memiliki relevansi dengan pemerintahan di negara-negara muslim era moderen seperti di Irak dan di Indonesia yang mengalami konflik politik yang sama yaitu berawal dari krisis legitimasi kekuasaan.





