Integrasi Kecerdasan Spiritual dan Emosional Perspektif Tafsîr Al-Misbâh dan Relevansinya terhadap Pendidikan Modern

Authors

  • Zulfikar Fikri Alfasi Universitas PTIQ Jakarta Author
  • Abd Aziz Universitas PTIQ Jakarta Author
  • Ali Nurdin Universitas PTIQ Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.579

Keywords:

Integrasi, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional, Tafsîr Al-Misbâh, Pendidikan Modern.

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi kecerdasan spiritual dan emosional (SQ-EQ) dalam Tafsîr Al-Misbâh M. Quraish Shihab dan relevansinya bagi pendidikan modern. Pendidikan modern menghadapi tantangan karena dominasi kecerdasan intelektual yang mengabaikan dimensi spiritual-emosional, melahirkan generasi cerdas akademis namun rapuh karakter dan kesehatan mental. Integrasi SQ-EQ membentuk fondasi holistik pendidikan modern yang berimbang. Konsep ulûl albâb Quraish Shihab sintesis antara dzikir (SQ), tafakkur (SQ), dan tazkiyatun nafs (SQ-EQ), menawarkan solusi terhadap tantangan globalisasi, krisis moral, dan dikotomi ilmu. Hasilnya peserta didik yang matang spiritual, stabil emosional, dan memiliki integritas moral serta tanggung jawab sosial kuat. Penelitian merumuskan kerangka integratif tiga tahap: (1) tahap poros (SQ) kecerdasan spiritual yang berakar pada tauhid, niat ikhlas, dzikir, dan murâqabah sebagai kesadaran Ilahiah; (2) tahap penggerak (EQ) kecerdasan emosional melalui muhasabah, mujâhadah, sabar, syukur, dan istiqâmah dalam mengelola emosi; (3) tahap manifestasi akhlak sosial berbasis empati, komunikasi santun, ishlâh, dan ta'âwun. Konseptualisasi martib al-nafs (nafs ammârah, mulhamah, muthmainnah, râdhiyah-mardhiyyah) diidentifikasi sebagai tahapan pengembangan kecerdasan emosional seiring peningkatan kesadaran spiritual. Temuan pada penelitian ini mencakup: (1) kerangka SQ-EQ berbasis Tafsîr Al-Misbâh yang mengintegrasikan nilai Qur'ani dengan teori psikologi modern Goleman dan Zohar-Marshall, (2) model love-based education dan purpose-driven curriculum yang menjadikan tauhid sebagai fondasi, (3) implementasi konkret untuk Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan library research dan teknik tafsir tematik. Sumber primer adalah Tafsîr Al-Misbâh, dilengkapi teori dari Gardner, Zohar-Marshall, Goleman, Salovey-Mayer, dan Abdullah Nashih Ulwan. Analisis deskriptif-analitik mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur'an terkait SQ-EQ, dikontekstualisasikan dengan psikologi modern untuk menghasilkan sintesis aplikatif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-02

How to Cite

Integrasi Kecerdasan Spiritual dan Emosional Perspektif Tafsîr Al-Misbâh dan Relevansinya terhadap Pendidikan Modern. (2026). Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 9(1), 2455-2470. https://doi.org/10.24815/riwayat.v9i1.579

Similar Articles

1-10 of 291

You may also start an advanced similarity search for this article.